Prinsip Dasar Stabilitas Boeing 737-300
Prinsip Dasar Stabilitas Boeing 737-300
Boeing 737-300 adalah pesawat komesial yang di buat oleh perusahaan boeing yang menggunakan twin jet atau bermesin ganda yang di gunakan pada pesawat ini. Sedangkan konstruksinya sendiri sangat rumit di karenakan para engineer menerapkan jangan sampai ada kesalahan sedikitpun karena ini menyangkut nyawa manusia.
Untuk menetukan stabilitas pada pesawat boeing ataupun
pesawat lainnya. Menentukan CG dapat dilakukan dengan cara menimbang pesawat
tersebut pada masing masing landing gear mulai dari nose landing gear hingga
main landing gear dan mengukur panjang jarak sumbu nose dan main landing gear.
Bilmana sudah mendapatkankan hasil menibang berat pesawat
dan mengukur jarak nose dan main landing gear maka bisa di buatkan rumus untuk
mencari moment = 0 sebagai berikut.
CG
= ( L / MLGW atau TLGW ) x NGW atau TLGW
Keterangan :
-
L = panjang antara sumbu nose dan main
landing gear
-
CG = titik CG di ukur dari main landing
gear ke arah nose landing gear atau tail gear
-
MLGW = berat total main dan nose landing
gear ( MLG kanan + MLG kiri )
-
NGW = berat di nose gear
-
TLGW = berat di tail landing gear
Dengan
menemukan titik CG ini dapat menyeimbangkan pesawat karena CG merupakan Center
Gravity seolah olah beban di semua sisi pesawat bertumpu pada titik CG ini baik
di fuselage, wing, dan tail section.
Selain menentukan CG pada pesawat terbang pada wing juga di tentukan stabilitas saat mengudara. Stabilitas ini di tetukan agar tidak terjadi stall pada pesawat terbang shingga pada wing agar menapat gaya angkat dan aliran udara tidak kacau maka di perlukan perhitungan pada sudut serang atau di sebut juga angel of attack pada wing pesawat udara.
Untuk memasang wing ke fuselage posisi wing tidak di pasang secara sejajar melainkan di pasang sedikit lebih tinggi pada leading eadge oleh sebab itu antara leading eadge dan sumbu longitudinal ada jarak di sebut sudut alpha atau angel of attack. Maksimal sudut serang adalah 20 derajat jika lebih dari itu maka aliran udara tidak mengalir dengan benar melainkan kehilangan gaya angkat atau stall. Maka untuk menghitung lift pada wing menggunakan rumus.
Setelah mendapatkan nilai lift yang sempurna maka dapat di tentukan sudut serang pada pesawat terbang. Di wing juga ada menstabilkan saat mengudara maupun saat take off dan landing di antara nya ada aileron dan flap fungsi dari kedua alat ini adalah dapat menjajarkarkan pesawat pada sumbunya dan mempertahankan kestabilannya saat mengudara agar tidak terjadi turbulence saat mengudara. Dan pada boeing di ujung wing atau disebut juga wingtip di buat winlet fungsi dari winglet ini adalah agar vortex tidak terlalu besar maka winglet ini mengubah vortex agar lebih kecil.
Pada bagian tail section juga
berpengaruh untuk menstabilkan pesawat saat mengudara pada bentuk horizontal
stabilizer adalah airfoil maka perhitungan memasang horizontal stabilizer
sesuai dengan perhitungan gaya angkat tetapi pada bagian leading eadge pada
horizontal stabilizer tidak naik melainkan mengarah kebawah untuk sudutnya
tidak lebih dari 15 derajat dari sudut serang.
Fungsi utama dari bidang stabilizer
adalah untuk menjaga pesawat udara agar selalu dalam kondisi terbang lurus dan
mendatar ( straight and level flight ).Vertical stabilizer menjaga stabilitas
pesawat udara dengan tumpuan sumbu vertical (vertical axis), yaitu untuk
mempertahankan stabilitas arah (directional stability). Vertical stabilizer
sebagai bidang tempat pemasangan rudder.
Horizontal stabilizer menjaga stabilitas pesawat udara dengan tumpuan sumbu lateral (lateral axis ) yaitu untuk mempertahankan longitudinal stability. Horizontal stabilizer sebagai bidang tempat pemasangan elevator.
Di horizontal dan vertical stabilizer terpasang elevator di horizontal sedangkan di vertical adalah rudder. Di elevator dan rudder terdapat trim tab fungsinya untuk membantu menstabilkan pesawat terbang untuk mempertahankan sumbu longitudinal, lateral dan vertical di titik CG. Oleh sabab itu di tail section membantu agar pesawat mempertahankan sumbu longitudinal agar tidak jatuh ke bawah atau stall kehilangan gaya angkat pada pesawat.
Editor : ReY
Komentar
Posting Komentar