Miscellaneous System Dasar Boeing 737-800


Miscellaneous System Dasar Boeing 737-800


    Auxiliary Instrument adalah peralatan didalam pesawat terbang yang dipergunakan untuk mengetahui keadaan pesawat dimana instrument tersebut tidak termasuk dalam engine instrument, flight instrument dan navigation instrument. Auxilliary Instrument bisa disebut juga Miscellaneous Instrument. Dan instrument ini juga merupakan suatu kelompok instrument yang berfungsi memebrikan data atau informasi kepada penerbang tentang suhu sekitar pesawat, keadaan fuel, waktu dan sebagainya. Instrument yang tidak termasuk diatas, tetapi sangat dibutuhkan keberadaanya maka termasuk Auxiliary Instrument.

     Auxilliary Instrument tambahan ini dimaksudkan untuk memberikan indikasi petunjuk kepada penerbang yang lain agar mengetahui keadaan pesawat secara lebih pasti pada waktu menerbangkan pesawat. Sehingga akan lebih menjamin keselamatan penerbangan dan juga terbang yang lebih aman.

Instrument pada pesawat terbang memiliki persyaratan khusus agar peralatan tersebut handal dan dapat dipergunakan secara baik oleh penerbang antara lain:

  • Instrument ini harus tahan getaran yang terus menerus selama engine berputar
  • Harus tahan kejutan yang hebat waktu mendarat dan ketika berada di ground
  • Penunjukan angka pada pointer harus jelas dan tepat
  • Harus ringan dan anti korosi dan komponen-komponenya harus balance
  • Instrument harus mudah di pasang, dilepas dan di stel (adjustment)

Macam-macam Auxilliary instrument tambahan pada sebuah pesawat terbang antara lain:

  1. Stall Warning System
  2. Angle of Attack
  3. Landing Gear Position Indicator
  4. Flaps Position Indicator
  5. Anti Icing Temperature Indicator
  6. Cabin Pressure Indicator
  7. Cabin Temperatur Indicator
  8. Accelerometer



1.  Stall Warning System

Stall Warning System berfungsi untuk mengingatkan penerbang apabila pesawat sudah mendekati keadaan stall. Stalll Warning system indicator menunjukkan kecepatan pesawat sudah sangat rendah dan pesawat mendekati keadaan stall atau kehilangan gaya angkat{lift).

Peralatan stall warning system:

a.  Electric stall warning system

Menggunakan sebuah lift trancscuder atau stall warning vave yang ditempatkan agak menonjol keluar pada leading edge wing pada bagian tengah. Penempatan stall warning vane pada titik stagnasi (stagnation point), yaitu titik dimana aliran udara terpisah menjadi dua bagian. Sebagian mengalir diatas sayap dan sebagian lagi mengalir di bawah sayap.

Apabila bagian nose section pesawat naik, sudut udara yang mengalir menabrak sayap akan bertambah. Sehingga stagnation point bergerak turun. Pada kecepatan sekitar 5-10 knots diatas stalling speed, stal warning vane akan terangkat dan menggerakkan sebuah microswitch. Microswitch ini akan menyalakan sebuah lampu berwarna merah pada instrument panel atau membunyikan sebuah buzzer untuk mengingatkan penerbang bahwa pesawat terbang mendekati stall.

b.  Non electric stall warning system

Sistem ini menggunakan mekanisme aliran udara yang melalui sebuah vibrating need. Non electric stall warning system ini sama sekali tidak tergantung pada sistem kelistrikan, akan tetapi digerakkan oleh aliran udara melalui sebuah vibrating reed.

Pada saat pesawat normal flight(level flight), lubang udara yang terdapat pada daerah sebelum stall warning reed mendapata tekanan positip dan akibatnya reed tidak bergetar ( un-vibrate). Tetapi bila AOA bertambah, daerah yang bertekanan rendah diatas sagnation point bergerak ke atas lubang masuk ke reed, dan hasilnya reed mulai bergetar.


2.  Angle of Attack Indicators

Angle of Attack indicator ini sudah umum ada di pesawat besar dan pesawat militer yang berfungsi untuk penerbang jika terjadi keadaan dimana kecepatan pesawat    menjadi sangat rendah sebelum terjadinya aerodinamic stall yang sangat berbahaya terutama pada waktu melakukan lepas landas dan mendarat.

Angle of Attack adalah sudut antara sayap pesawat dan aliran udara yang melewati sayap. Jika sudut ini terlalu besar maka terjadi stall dan kehilangan daya angkat. AOA Indicators ini bisa menghindari kehilangan kendali pada pesawat kecil karena alat ini memberi indikasi yang mempuni untuk menunjukkan indikasi aliran udara di atas sayap.


3.  Landing Gear Position Indicator

Instrument ini berfungsi untuk menegtahui posisi Landing Gear pada pesawat terbang

Ada 3 jenis position L/G

Up : landing gear posisi terlipat ke atas (retracable)

Down : posisi L/G memanjang atau dalam keadaan ke bawah

Zera Cross : L/G dalam keadaan transisi atau bateray off (burble), berada pada posisi tidak aman serta tidak terkunci.


4.  Anti Icing Temperature Indicator

Instrument ini bekerja pada sistem pneumatic pesawat. Instrument ini menggunakan sensor temperatur yang bekerja apabila terjadi penurunan temperatur di komponen pesawat. Anti Icing Temperature Indicator ini berfungsi untuk mengetahui suhu apabila kemungkinan pada komponen pesawat terjadi pembekuan (Icing).


5.  Flaps position indicator

Insrument ini bekerja dengan cara mengirimkan data dari transmitter yang berada di flap ke indicator yang berada di cockpit. Instrument ini juga berfungsi untuk mengetahui posisi flap ketika sudah di operasikan.


6.  Cabin Pressure Indicator

Instrument ini berfungsi untuk mengukur tekanan yang berada di dalam kabin pesawat


7.  Cabin Temperature Indicator

Instrument ini biasa di pasang pada sistem air conditioner pada pesawat. Instrument ini menggunakan sensor switch temperature yang bekerja apabila terjadi overheat. Untuk mengetahui suhu udara cabin pesawat beroperasi.


8.  Accelerometer (G meter)

Instrument ini berfungsi untuk mengukur acceleration pesawat terhadap gravitasi pada saat pesawat pitch untuk mengendalikan Centre of Gravitation.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Engine Cessna 172

Apa Itu Yokai? - Mengenal Yokai, Hantu Jepang

Chord Pesan Terakhir - Liodra Ginting