Kenapa Pesawat Dapat Terbang



            Sekian banyak transportasi yang ada di dunia ada salah satu transportasi yang digunakan untuk berpergian dari tempat asal ke tempat tujuan tanpa memakan banyak waktu. Transportasi ini tidak menggunakan jalur darat maupun lautan atau air transportasi ini menggunakan jalur yang tidak lazim yaitu melalui udara, transportasi ini disebut dengan pesawat terbang.

            Pesawat ada dua jenis yaitu pesawat terbang dan pesawat udara masing masing memiliki fungsi yang berbeda walaupun tujuannya sama untuk dapat terbang. pesawat terbang adalah sebuah benda dimana massa yang dimiliki lebih berat dibandingkan udara (heavier than air), memiliki sayap yang digunakan untuk terbang dan memiliki engine (mesin) digunakan untuk terbang sedangkan pesawat udara adalah sebuah benda dimana massa yang dimiliki lebih ringan dibandingkan udara (lighter than air), tidak memiliki sayap dan tidak memiliki engine (mesin) seperti balon udara. Contoh dari pesawat terbang dapat terlihat pada gambar 1 berikut ini.



Gambar 1
boeing 737


            Bagaimana pesawat yang begitu besar dan memiliki engine (mesin) dapat terbang di udara padahal pesawat terbang memiliki beban atau massa yang begitu berat. Ternyata pesawat terbang memiliki gaya yang mempengaruhi pesawat untuk dapat terbang. ada empat gaya yang mempengaruhi yaitu gaya weight, thrust, drag dan lift yang tertampil pada gambar 2 berikut ini.


Gambar 2
4 Gaya Pada Pesawat


            Weight merupakan gaya yang dihasilkan dari pesawat itu sendiri yaitu massa atau berat. Gaya weight ini di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, semakin berat pesawat maka gaya weight semakin besar.

            Thrust merupakan gaya yang dihasilkan dari engine (mesin) yang arah resultannya kedepan. Tanpa adanya gaya thrust pesawat tidak dapat terbang karena pesawat membutuhkan gaya aerodinamika yang ada di sekitar sayap unuk dapat terbang.

            Drag merupakan gaya hambat yang diakibatkan oleh gaya thrusti sehingga jika pesawat dapat terbang gaya drag ini harus lebih kecil dibandingkan gaya thrus karena semakin besar gaya drag maka pesawat tidak dapat terbang.

            Lift merupakan gaya yang dihasilkan oleh sayap pesawat yang berbentuk airfoil sehingga terjadi gaya aerodinamika untuk menghasilkan gaya lift.

            Empat gaya tersebut yang mempengarui pesawat untuk dapat terbang. setelah pesawat dapat terbang di udara bagaimana pesawat dapat di kendalikan atau bermanuver di udara komponen apa saja yang berfungsi untuk membantu pesawat bermanuver di udara. Bagaimana cara naik turunnya pesawat, bagaimana pesawat dapat berbelok kiri dan kekanan.


Gambar 3
Sumbu Stabilitas pada Pesawat


            Pada gambar 3 merupakan keterangan dari 3 sumbu yang terdapat pada pesawat dengan kata lain tiga sumbu tersebut merupakan sumbu pergerakan yang ada pada pesawat. Tiga sumbu ini menjawab pertanyaan bagaimana peswat baik itu kecil maupun besar dapat di kendalikan.


            Sumbu lateral merupakan sumbu yang terdapat pada sayap pesawat dengan garis yang memanjang mulai dari ujung sayap kanan hingga ujung sayap kiri. sumbu lateral di kendalikan melalui komponen pesawat yang bernama elevator. Elevator terdapat pada bagian ekor pesawat yang terletak pada horizontal stabilizer.


            Arah pergerakan sumbu lateral yaitu atas dan kebawah yang biasa disebutkan pada Bahasa penerbangan adalah take-off dan landing. Arah pergerakan ini disebut dengan istilah pitch. Pergerakan elevator berlawanan dengan hidung pesawat (nose). Jika hdung pesawat mengarah keatas maka pergerakan elevator keatas begitupun sebaliknya dengan hidung pesawat mengarah kebawah.

            Sumbu longitudinal merupakan sumbu yang memanjang dari hidung pesawat (nose) hingga bagian ekor pesawat (tail). Sumbubu longitudinal di kendalikan melalui komponen yang bernam aeleron. Aeleron terdapat pada sayap pesawat yang terletak di setiap ujung pesawat yang bergerak ke atas dank e bawah.

            Arah pergerakan sumbu longitudinal yaitu berguling ke kiri maupun ke kanan yang disebut dengan istilah roll. Pergerakan aeleron berbeda antara sayap yang berapa di kiri dan kanan jika pesawat ingin berguling ke kanan maka pergerakan aeleron yang berada di kanan sayap bergerak ke atas dan aileron yang berada di kiri sayap pesawat bergerak kebawah begitupun sebaliknya jika pesawat ingin bergerak berguling ke kiri.

            Sumbu vertical atau normal merupakan sumbu yang terletak di tengah pesawat dengan gari ke atas. Sumbu vertical di kendalikan oleh komponen yang bernama rudder yang terdapat pada bagian ekor pesawat (tai). Rudder terletak pada bagian ekor pesawat (tail) yang terletak pada vertical stabilizer.

            Arah pergerakan sumbu vertical yaitu ke kiri dan ke kanan yang disebut dengan istlah yaw atau yawing. Pergerakan rudder ini sesuai dengan arah yang di inginkan jika pesawat ing bergerak ke kanan maka rudder akan bergerak ke kanan begitupun sebaliknya.

            Demikian beberapa penjelasan singkat kenapa pesawat dapat terbang dan komponen apa saja yang bekerja pada pesawat. Pada update mendatang akan di sajikan mengenai apa itu aerodinamik bagaimana aerodinamik ini bekerja terhadap pesawat terbang.

            Terimakasih sudah berkunjung apakah tulisan ini merupakan ilmu baru bagi anda jangan lupa untuk berbagi di sekitar anda agar sekelling anda tahu apa yang anda tahu. Mari mencedaskan sekeliling kita dengan cara menambah ilmu dan rajin berfikir.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Engine Cessna 172

Apa Itu Yokai? - Mengenal Yokai, Hantu Jepang

Chord Pesan Terakhir - Liodra Ginting